Selamat datang di Blog saya

Kami mencoba untuk menulis hal-hal yang berkaitan dengan Pendidikan, Tauhid, TI. dan Bisnis. Belajar adalah menimba ilmu sepanjang hayat. Imu yang bermanfaar adalah ilmu yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ilmu yang dapat mendekatkan diri kepada Allah salah satunya adalah Ilmu Tauhid. Dengan menggunakan Tauhidul zat, tauhidul sifat, tauhidul asma, tauhidul af'al akan membawa kita kepada ajaran yang benar

http://www.clickingbank.org/index.php?ref=sandika

http://www.waoIndia.com/register.php?r=sandika

Thebluesptc , PTC iklan banyak per klik $ 0.02

http://www.thebluesptc.info/index.php?view=entry2&ref=sandika

Ciao.com

AWSurveys

Tickerbar.info

Kamis, Februari 19, 2009

KEAJAIBAN AIR

MISTERI KEANEHAN PERILAKU AIR

“Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup. (Q.S. Al Anbiya:30).

Dalam kitab-kitab tafsir klasik, ayat tersebut diartikan bahwa tanpa air semua akan mati kehausan. Namun, informasi terbaru menyebutkan, di Jepang ada seorang ilmuwan bernama Dr. Masaru Emoto dari Universitas Yokohama, yang telah dengan tekun melakukan penelitian tentang perilaku air.

Dalam penelitian tersebut, air murni dari mata air di Pulau Honshu didoakan secara agama Shinto, lalu didinginkan sampai -5 derajat Celcius di laboratorium. Setelah itu lantas difoto dengan mikroskop elektron dengan kamera berkecepatan tinggi. Ternyata molekul air membentuk kristal segi enam yang indah.

Percobaan ini diulangi dengan membacakan kata “Arigato (terima kasih dalam bahasa Jepang)” di depan botol air tadi. Kristal kembali membentuk sangat indah. Lalu dicoba dengan menghadapkan tulisan huruf Jepang berbunyi “Arigato”. Kristal tersebut membentuk dengan keindahan yang sama.

Selanjutnya ditunjukkan kata “Setan.” Kristal tersebut berubah dalam bentuk buruk. Diputarkan musik Symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga. Ketika musik heavy metal diperdengarkan, kristal hancur.

Ketika 500 orang berkonsentrasi memusatkan pesan “peace (perdamaian)” di depan sebotol air, kristal air tadi mengembang bercabang-cabang dengan indahnya. Dan ketika dicoba dibacakan doa Islam, kristal bersegi enam dengan lima cabang daun muncul berkilauan. Subhanallah! Maha Suci Allah.


MAWAN SUGANDA

Selasa, Februari 10, 2009

KUMPULAN MAKALAH

Diwasa ini banyak para guru mmemerlukan tulisan ilmiah berupa makalah ataupun PTK yang dipergunakan untuk kenaikan pangkat ataupun sertifikasi guru.

Oleh karena itu saya mencoba untuk memberikan beberapa conto makalah seperti di bawah ini:
MAKALAH SENI BUDAYA:

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Untuk memenuhi kebutuhan akan cita rasa keindahan, manusia berpikir dan membuat karya seni. Tema yang sering muncul dalam karya seni rupa adalah hal seputar manusia dan hubungannya dengan dunia. Seni rupa sebagai media ekspresi sering dijadikan sarana pengungkapan gagasan. Dalam hal ini, gagasan atau ide siswa didalam melukis lebih cenderung kearah pemandangan dan kartun. Untuk itu sebelum pelaksanaan praktik melukis di mulai, siswa terlebih dahuluh diberi gambaran melalui contoh-contoh lukisan bahwa melukis itu tidak harus pemandangan atau kartun saja akan tetapi masih banyak ide atau gagasan dan objek lain yang dapat menjadi tema lukisan. dari hal ini maka wawasan siswa terbuka dan siswa dapat menilai atau mengapresiasi contoh-contoh lukisan yang diberikan oleh guru mata pelajaran.
Dalam melukis tentunya tidak jauh dari alat dan bahan. Alat dan bahan ini bila dilihat dari kemampuan keuangan orang tua siswa belum tentu semua orang tua siswa mampu untuk mendanai pembelian alat dan bahan untuk melukis tersebut. Untuk itu bahan untuk proses awal pembuatan kanvas pihak sekolah melalui dana BOS memberikan bantuan berupa alat dan bahan. Alat dan bahan tersebut meliputi gergaji kayu, paku, lem kayu, singwiet, timba, cat tembok putih dan kuas besar yang berguna dalam proses pembuatan kanvas. Sedangkan untuk kayu spanram dan kain kanvas (kain spanduk / tepung terigu) di beli siswa sendiri dalam tempo 1 bulan. Untuk cat minyak dan kuas siswa membeli sendiri dalam 1 bulan berikutnya. Dalam praktik melukis siswa di bentuk kelompok agar mudah dalam bekerja sama dan di beri tempo waktu 5 bulan berikutnya lukisan harus selesai beserta piguranya. Dalam waktu yang panjang ini diharapkan siswa dapat berkarya semaksimal mungkin dan dapat membeli alat dan bahan dengan ringan. Dalam praktik melukis dikerjakan disekolah dan dilanjutkan di rumah dalam kondisi hasil lukisan 0%, 20%, 50%, 70%, 100% dalam tempo 7 bulan sehingga pada semester II karya seni lukis sudah siap untuk dipamerkan.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara memberi motivasi siswa dalam melukis ?
2. Bagaimana cara meningkat apresiasi seni siswa ?
3. Bagaimana langkah-langkah pembuatan kanvas sampai menjadi lukisan siap pamer ?

C. Metodelogi Pembelajaran
1 Pendekatan kepada siswa dengan memberikan contoh lukisan.
2 Memberi wawasan apresiasi seni dengan pendekan prinsip-prinsip seni.
3 Demonstrasi pembuatan kanvas dan teknik melukis.

BAB II
PEMBAHASAN

Kemampuan penggarapan serta penguasaan bahan dan alat merupakan aspek yang utama dalam melukis. Dalam hal ini kemampuan siswa untuk melukis tentunya berbeda-beda. Untuk itu guru mata pelajaran harus memberikan motivasi bahwa melukis itu mudah dan menyenangkan. Langkah-langkah yang dilakukan adalah guru mata pelajaran dapat memberikan contoh-contoh lukisan sederhana yang dapat dipahami dan dimegerti oleh siswa baik secara teknik maupun ide atau gagasan pada contoh lukisan tersebut. Dari contoh lukisan tersebut diharapkan siswa dapat mengapreasiasi contoh lukisan tersebut dan menarik minat siswa dengan didampingi guru mata pelajaran.
Contoh-contoh lukisan dapat didapat di internet ataupun cd art yang mudah didapat oleh guru mata pelajaran. Siswa di beri tugas membuka internet dengan tema art. Dari beberapa hal diatas maka wawasan siswa dapat terbuka bahawa melukis itu tidak hanya bertemakan pemandangan dan kartun. Untuk memberi wawasan apresiasi tetntunya siswa kelas IX sudah mendapat pelajaran tentang prinsip-prinsip seni pada kelas VII, jadi guru mata pelajaran tinggal mengulas kembali dengan menghubungkan contoh-contoh lukisan yang diberikan kepada siswa. Guru mata pelajaran mengungkapkan bahwa melukis itu tidak hanya mencontoh atau mengarang akan tetapi juga bisa melihat langsung benda atau suasana yang ada di sekitar rumah kita. Melukis itu tidak ada aturan atau batasan tertentu tergantung ekpresi setiap individu pelukis masing-masing. Dari wawasan tersebut diharapkan siswa tidak mempunyai beban bahwa melukis itu sangat sulit.
Langkah-langkah pembuatan kanvas adalah sebagai berikut:
1 Siswa diharapkan mampu membuat spanram secara kelompok dari kayu halus dengan ukuran 40 cm X 60 cm. Caranya kayu dipotong sesuai ukuran kemudian dibentuk siku pada setiap sudutnya. Sudut siku kayu tersebut di beri lem kayu sebagai penguat kemudian dipaku hingga membentuk siku-siku persegi empat.
2 Setelah spanram jadi, kemudian kain kanvas (bisa kain spanduk atau kain bekas tepung terigu) dipaku atau di steples tembak pada salah satu sisi kemudian di bentangkan pada sisi lain sehingga kayu spanram tertutupi kain secara rapat. Sebagai catatan bahwa kain di paku atau steples tembak pada sisi samping atau belakang dari kain yang dibentangkan.
3 Adonan singwiet (pemutih lantai atau tembok Rp. 750,-/ Kg) di campur dengan lem kayu putih (Rp. 7.000,-/ Kg) pada tempat timba. Campuran ini harus encer karena bila kental jadinya bisa kelihatan pecah-pecah pada kain kanvas. Adonan ini bisa digunakan ± 10 kanvas dengan ukuran tersebut.
4 Kuaskan adonan tersebut pada kanvas secara merata dan tipis, kemudian keringkan. Setelah kering gosoklah kain kanvas dengan amplas halus ecara halus hingga halus. Kemudian ulangai cara tersebut samapai ± 3 kali atau sampai lubang-lubang kain tertutupi. Kemudian kuaskan cat tembok tipis-tipis secara merata agar kanvas lebih nampak putih bersih.

Langkah-langkah praktik melukis:
1 Siswa diharuskan mengambar terlebih dahulu pada kertas gambar sebagai gagasan lukisannya nanti. Dari gambar ini guru mata pelajaran dapat mengarahkan dan membimbing dalam melukis nanti baik secara teknik mapun gagasan sehingga kesalahan dalam melukis dapat dihindari.
2 Siswa melukis sketsa pada kanvas dengan warna krem atau terang sesuai dengan yang digambar pada kertas gambar sebelumnya. Sebagai catatan siswa dilarang membuat sketsa dengan pensil karena warna hitam pensil sangat kuat dan sulit untuk ditutupi dengan cat minyak.
3. Siswa dibimbing untuk membuat warna dasar secara tipis-tipis pada lukisannya sehingga dapat memperkirakan warna dan teknik kuas yang baik. Dari hal ini
kemungkinan salah warna sangat kecil sekali dan guru mata pelajaran dapat mengajarkan teknik pencampuran warna dan teknik penarikan kuas.
3 Dari hal di atas siswa dapat melanjutkan di rumah akan tetapi tidak boleh diselasaikan sampai finish, paling tidak 20 % dari lukisan dapat dijadikan sebagai nilai proses. Karena bila diselesaiakan di rumah maka guru mata pelajaran tidak akan tahu apakah lukisan siswa tersebut dikerjakan sendiri atau dibuatkan orang lain.
4 Proses tersebut diulang-ulang dengan bimbingan guru mata pelajaran sampai lukisan siap pamer.
5 Pada langkah pameran siswa kelas IX harus dapat membuat katalog pameran dan penataan ruang pameran di ruang kesenian.

Dari langkah-langkah diatas diharapkan siswa dapat meningkatkan kemampuannya dalam mengapresiasi seni rupa. Hal ini dikarenakan siswa sendiri telah mengalami proses melukis dan mengetahui kemampuannya dalam menciptakan karya seni lukis. Dari proses inilah maka sikap mental siswa untuk menghargai karya orang lain dan apresiasi seni akan lebih muncul dari sebelumnya dan sikap menyepelekan atau meremehkan karya seni orang lain akan hilang dengan sendirinya berdasarkan pengalaman siswa sendiri.

BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan

Dari uraian bab-bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa praktik melukis sangat penting dalam meningkat apresiasi siswa. Hal ini disebabkan siswa mengalami proses langsung dalam menciptakan karya seni lukis dan tahun akan kemampuannya untuk menciptakan karya seni lukis.
Guru mata pelajaran diharapkan mampu memberi wawasan kepada siswa bahwa melukis itu tidak sulit tetapi mudah dan menyenangkan. Guru mata pelajaran diharapkan dapat melaksanakan pameran kelas minimal di sekolah masing-masing dan siswa diberikan tugas untuk menilai atau mengapresiasi dari karya temannya sendiri.
Dari empat kelas yang ada (168 siswa) bisa diasumsikan bahwa dalam pembuatan kanvas di SMA NEGERI 1 KROYA ± 99 % siswa mampu membuatnya, untuk teknik melukis ± 70 % siswa mampu menggunakan teknik yang baik dan benar sedangakan yang ± 30 % masih memerlukan bimbingan dan pantauan terus menerus dari guru bidang studi.
2. Saran
-Bila kondisi ekonomi orang tua siswa secara global tidak mampu maka pelaksanaan praktik melukis dapat dilaksanakan dalam jangka panjang.
-Minyak dapat diganti dengan tiner a atau bensin.
-Siswa di larang mengambar betemakan pemandangan seperti anak SD yaitu dua pegunungan ada jalan, matahari di tengah pegunungan, pohon kelapa, jalan, dan sawah dipinggir rumah.


Daftar Pustaka
1. Tim Abdi Guru.2004. Kesenian untuk SMA Kelas XI .Jakarta:Erlangga
Lampiran
Contoh-contoh lukisan yang dapat di presentasikan ke siswa

Jumat, Agustus 15, 2008

PENDIDIKAN

Saya informasikan bagi anda yang membutuhkan perangkat pembelajaran baik itu program kerja, rpp, silabus ataupun perangkat lainnya silakan anda klik pada link yang telah kami sediakan pada lik pavorite : http://media-arsipku.blogspot.com

Sekolah kami khususnya SMP N 1 Kedokanbunder adalah salah satu sekolah yang menginginkan untuk maju sedikit demi sedikit. Hal ini terbukti dengan dibukanya 2 kelas sebagai sekolah rintisan SSN ( Sekolah Standar Nasional ). Walaupun di sana sini masih banyak kekurangan, namun kami berusaha dengan sekuat tenaga beserta seluruh warga sekolah berupaya untuk meningkatkan prestasi bahkan cara pembelajaran yang sesuai dengan 8 standar nasional pendidikan.

Sebgai salah satu bentuk upaya kami antara lain dari cara bapak/ibu guru mengajar di depan kelas, sampai pada sarana dan pra sarana yang digunakan jelas berbeda bila dibandingkan dengan kelas reguler yang jumlahnya mencapai 22 kelas. Pada kelas rintisan SSN sudah menggunakan white board dan spidol sebagai tahap pertama untuk melakukan KBM, dan kemudian ditingkatkan dengan menggunakan media TV Education ataupun VCD. Bahkan dari pihak sekolah sedang berupaya untuk meningkatkan KBM dengan sistem pembelajaran CTL dengan menggunakan laptop dan in focus sehingga para siswa dapat memperoleh pelajaran dengan sarana dan pra sarana menggunakan TI sesuai dengan tuntutan jaman di era globalisasi ini.

Sudah menjadi tradisi di sekolah kami, bahwa setiap ulang tahun ( HUT ) SMP yang jatuh berbarengan dengan HUT Kemerdekaan RI, maka sekolah kami menyelenggarakan sepeda santai dan bazar di sekolah, bahkan untuk tahun ini ( Agustus 2008 ), kami menyelenggarakan sunatan msal dengan sasaran adalah para anak-anak yatim, piatu dan anak tidak mampu. Untuk tahap pertama di tahun pertama kami menyelenggarakan sunatan masal, kami memberikan santunan pada 10 anak yang akan di sunat berupa pakaian, sarung dan uang saku.
Untuk acara tersebut selain kami selengarakan bersama 1050 siswa, juga kami bekerja sama dengan dokter Puskesmas, pak Camat dan mitra kami Teh Botol Sosro. Acara tersbut insya Allah dilaksanakan tanggal 17 Agustus 2008, sedangkan untuk acara sepeda santai pada hari Sabtu, 16 Agustus 2008.

Kami berharap, semoga program yang kami canangkan bersama para guru, Komite sekolah dan warga sekolah yaitu rintisan SSN menjadi SSN dapat terwujud dengan baik.


Sabtu, Juli 05, 2008

Surat Al Fatikhah merupakan dialog antara hamba dengan sang Kholik

Manusia memiliki dua kekuatan: kekuatan ilmu dan kekuatan amal. Pada keduannya tertumpu kebahagiaan yang sempurna.
Kesempurnaan kekuatan ilmu hanya terwujud dengan mengenal Zat (Tuhannya), mengenal asma dan sifat-sifat-Nya, mengenal jalan yang dapat mengantarkan mendekatkan diri kepada-Nya, juga terwujud dengan mengenal bencana-bencana (khoerihi wasyarihi ), yang menimpanya, mengenal dirinya, dan cacat-catanya. Dengan lima jenis pengenalan ( makrifat ) ini, kekuatan ilmu menjadi sempurna. Orang yang paling banyak ilmu adalah orang yang paling mengerti dan paling banyak mengenal hal-hal di atas.
Sedangkan kesempurnaan kekuatan amal, tidak tercapai kecuali dengan memelihara hak-hak Allah atas sang hamba dan menunaikannya dengan penuh ikhlasm jujur dan disiplin, sambil selalu memandang nikmat-nikmat Allah yang diterimanya dan memandang dirinya sering melalaikan hak Allah sehingga ia malu kepada-Nya. Juga ia memandang bahwa tidak ada jalan baginya untuk mencapai kesempurnaan dua kekuatan tersebut kecuali dengan ma'unah dan pertolongan Allah.
Dengan demikian, maka kesempurnaan manusia dan kebahagiaannya hanya tercapai dengan kumpulnya perkara-perkara ini sebagaimana dialog sang hamba dengan sang Kholik di dalam QS. Al -Fatikhah sbb :
1. Dialog sang Kholik :Ayat "Segala puji bagi Allah, Robb semesta alam. Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang menguasai hari pembalasan" ( ayat 2 - 4 ) mencakup pondasi pertama, yang terdiri atas ma'rifat Robb 'mengenal Robb' , yaitu Allah Ta'ala, mengenal asama, sifat dan perbuatan ( af'al ). Nama-nama yang dimuat dalam tiga rangkaian ini merupakan ushul ' dasar' bagi Asmaul -Husna. Nama Allah mencakup sifat-sifat uluhiyah, nama Robb mencakup sifat-sifat rububiyah, dan nama ar rohman mencakup sifat-sifat ihsan, kemurahan dan kasih sayang. Pada-Nya lah makna dari nama-nama-Nya berkisar.
2. Dialog hamba, ayat "Hanya kepada Engkaulah kami beribadah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan" (ayat 5) mencakup ma'rifat mengenal jalan untuk mencapai hal di atas yang tidak lain adalah beribadah hanya kepada-Nya saja dengan segala apa yang dicintai dan diridoi-Nya disertai memohon pertolongan kepada-Nya dalam melakukannya.
3. Dialog hamba, ayat " Tunjukilah Kami shirotol mustakim ( jalan yang lurus ) (ayat 6 ) mencakup penjelasan bahwa tidak ada jalan bagi seorang hamba untuk mencapai kebahagiaan selain beristiqomah ( teguh tidak bergeser ) dan tetap pada shirotol mustakim dan tidak ada lagi seorang hamba untuk beristiqomah kecuali dengan hidayah Roob-Nya, juga tidak ada jalan baginya untuk beribadah kepada Allah kecuali dengan ma'unah dan pertolongan-Nya. Jadi sifat hamba "La haula wala quwata ila bilah ", tidak berdaya upaya apa-apa kecuali dari Allah.
4. Dialog hamba, ayat " Bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan jalan orang-orang yang sesat" (ayat 7 ) mencakup penjelasa tentang dua tepi penyimpangan dari shirotol mustakim dan penyimpangan dari salah satunya merupakan kesesatan, akibat kerusakan ilmu dan keyakinan, sedangkan penyimpangan kedua merupakan kebencian Allah yang penyebabnya adalah kerusakan tujuan dan amal.
Dari keterangan di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa surat Al Fatikhah, selain merupakan dialog antara hamba dengan Kholik-Nya, juga pada surat tersebut awalnya adalah rahmat, pertengahannya adalah hidayah dan ujungnya adalah nikmat.
Barang siapa yang merealisasikan kandungan Al Fatikhah dengan ilmu, makrifat, amal, dan perilaku, ia pasti akan meraih keberuntungan yang paling besar dan' ubudiyah'nya menjadi ubudiyah orang-orang khusus yang derajatnya lebih tinggi dari orang-orang biasa.

Jumat, Juli 04, 2008

Jalan Mencapai Ma'rifatullah

Dalam Al-Qur'an, Allah azza wajalla menyeru hambanya untuk mengenalnya melalui dua jalan, yaitu :
1. Melihat tanda-tanda kekuasaan-Nya seperti dalam firman Allah ( QS. Al Baqoroh:164 )
" Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yag berlayar d laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, ...... "
" Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal" ( Ali Imron:190)
2. Merenungi dan mentadaburi ayat-ayat Al Qur'an, seperti firman-Nya :
"Maka, apakah nereka tidak memperhatikan perkataan ( kami ) ...... " ( Al-Mu'minun:68)
" Maka, apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur'an ? Kalau sekiranya Al-Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapati pertentangan yang banyak di dalamnya ( An-Nisa:82 )
" Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan keberkatan supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya.... " ( Shad:29 )
Tanda-tanda kekuasaan yang terdiri atas makhluk menunjukkan kepada perbuatan ( af'al ), sedangkan perbuatan menunjukkan kepada sifat empunya perbuatan tersebut.Dengan demikian, maka tanda-tenda tersebut merupakan bukti adanya si pelaku perbuatan itu. Itu berarti dia wajib ada, wajib berkuasa, dan memiliki ilmu karena tidak ada suatu perbuatan yang terbit dari sesuatu yang tidak ada atau sesuatu yang tidak mempunyai kekuasaan, sebagaimana ilmu mustahil muncul dari zat yang tidak hidup dan tidak memiliki irodah
Berbagai kemaslahatan, hikmah dan tujuan-tujuan yang terpuji yang ada di balik ciptaan Allah azza wa jalla merupakan bukti atas kebijaksanaan Allah, sedangkan berbagai manfaat dan kebaikan yang ada di dalamnya merupakan bukti atas rahmat dan kasih sayang-Nya. Adapun kekerasan, siksa dan bencana adalah bukti atas murka_Nya.Begitu juga perhatian dan kemuliaan yang diperoleh seseorang atau suatu umat dan didekatkannya dia kepada-Nya seperti kita jumpai dalam kehidupan ini, merupakan bukti atas mahabah dan cinta-Nya, sebagaimana kehinaan dan dijauhkannya seseorang atau suatu umat dari Dia, merupakan bukti atas amarah-Nya. Dan apa yang kita saksikan pada ciptaan Allah berupa kekurangan dan kelemahan sesuatu pada awal keberadaannya, kemudian dia berproses, sedikit demi sedikit bertambah hingga sempurna, merupakan bukti atas kepastian adanya hari kebangkitan.Terlihatnya atas bekas-bekas rahmat dan nikmat pada makhluk-Nya adalah bukti atas benarnya nubuwwah.
Kesempurnaan yang beragama yang kita temui pada tanda-tanda kekuasaan-NYa yang jika kesempurnaan itu lenyap, maka akan muncul kekurangan, jika merupakan dalil atau bukti bahwa zat Pemberi Kesempurnaan tersebut lebih berhak untuk memiliki kesempurnaan itu.
Jadi, tanda-tanda kekuasaan Allah merupakan bukti paling jelas atas sifat-sifat-Nya dan atas kebenaran berita yang dibawa oleh para rosul tentang-Nya.Dengan kata lain, alam semesta sebagai ciptaan-Nya ini membenarkan ayat-ayat Al-Qur'an yang sebagian isinya menyuruh kita untuk berdialog dengan ayat-ayat kauniyah ( tanda-tanda kekuasaan Allah pada alam ).

Sabtu, Juni 28, 2008

TAUHID (2)

Kita harus tahu atau mengenal dulu siapa Tuhan kita yang patut disembah . Oleh karena itu untuk mengenal siapa Allah itu, maka kita harus mengetahui- Nya melalui :
1. Zat-Nya
2. Asma-Nya
3. Af'al-Nya
4. Sifat-Nya

Dengan ke- 4 macam yang kita kenal tentang Allah, maka insya Allah kita dapat mendekatkan diri kepada-Nya.

1). Zat Allah, dalam Al -Qur'an zat-Nya "Laisa kamislihi syaeun ", artinya hanya Allah - lah yang tahu, kita manusia tidak bisa membicarakan, membayangkan atau yang lainnya. Yang wajib kita ketahui yaitu melaui asma-Nya, sifat-sifat-Nya dan af'al-Nya.

2). Asma-Nya, asma Allah jumlahnya seratus kurang satu ( Hadist: Bukhori Muslim ). Mengapa dikatakan bahwa asma Allah itu seratus kurang satu, ini mengandung maksud bahwa ada asma Allah yang dirahasiakan. Di dalam asmaul usna asma Allah ada 99, sedangkan asma yang satu dinamakan ismul muadzom. Hanya hamba Allah yang selalu mendekatkan diri dan para mukmin kholis yang mengetahui asma Allah yang satu itu. Kita kalau ingin mengkaji Islam tentunya berupaya untuk dapat mendekatkan diri kepada Allah semata. Upaya semacam ini maka bermunculan berbagai thorikot atau ajaran Islam yang berusaha menempuh jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, ada thorikot Naksabandiyah, Qodiriyah, Tijaniyah, Samaniyah dan penulis sendiri mengikuti jamaah "Nuruniah " dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah.

3). Sifat-sifat-Nya, sifat Allah dikenal dengan sifat wajib ada 20, sifat mustahil ada 20 dan sifat jaiz ada 1, maka sifat Allah dikenal dengan nama sifat 41.

4). Af'al-Nya, artinya perbuatan Allah. Perbuatan Allah di sini maksudnya adalah apa yang dilakukan oleh makhluk pada hakekatnya berasal dari af'al-Nya, tentunya segala sesuatu perbuatan yang bersifat baik

Dengan mengenal keempat macam pengenalan kita kepada Allah, maka kita dapat mengetahui bagaimana kita harus berdoa, bagaimana kita harus sholat, bagaimana kita bersyukur dan hal-hal lain yang tentunya akan membawa kita kepada keselamatan dunia sampai akhirat.

Saya ambil contoh. misal dalam berdoa, di dalam asmaul usna dikatakan " Walilahil asmaul usna fad'uni biha" , apabila kita berdoa maka kita sebut asma-asma Allah yang ada di asmaul usna. Misal kita ingin berobat maka kita sebut ya sifa, ingin kaya ya ghoni dan sebagainya, ya tentunya doa itu akan makbul apabila kita laksanakan apa yang disebut dengan "wiridan ", artinya diwirid secara istiqomah, maka doa tersbut isnya Allah akan makbul. Jadi bila kita meminta sesuatu jangan kepada yang lain, misal ke kuburan wali, ke embah dukun atau yang lainnya kita harus yakin, bahkan haqul yakin bahwa Allah akan mengabulkan doa kita.

Dewasa ini tidak sedikit masyarakat kita yang berbondong-bondong jiarah ke makam para wali, ke para habib dan lain sebagainya. Kalau niatnya mendoakan itu baru benar, tetapi kalau niatnya meminta sesuatu kepada wali yang sudah meninggal, nah ini dikatakan syirik atau menyekutukan Allah. Wali itu diibaratkan menteri atau bahkan presiden, ya tentu tanda tanganya atau memonya berlaku ketika masih menjabat jadi wali, tetapi kalau sudah meninggal tentunya tidak berlaku lagi memonya. Maka dari itu saya sarankan apabila kita meminta sesuatu maka bermohonlah kepada asma-asma-Nya.

Begitu juga dalam beribadah atau lebih khusus sholat. Apa tujuan kita sholat itu ? Untuk berbakti kepada Allah sebagai tanda taat kita atau untuk mencari ganjaran ? Ataukah untuk kedua-duanya. Kalau kita sholat untuk mencari ganjaran berarti sholat kita masih tingkatan TK ( Taman Kanak-Kanak ), yaitu sholat tingkatan anak-anak, mengapa demikian ? Coba kita tilik anak-anak kita, kalau anak-anak kita diperintah membeli sesuatu maka tidak ada lain selalu meminta imbalan ( buruan= kata wong dermayu ). Nah begitu juga dengan sholat kita bila masih meminta ganjaran berarti sholat kita masih belum meningkat. Kita sebagai orang yang berusaha meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah, marih kita tingkatkan tingkatan sholat kita, yaitu dengan nawaitu mencari ridho Allah. Karena rohnya ibadah itu adalah ikhlas. Maka dikatakan hanya hamba Allah yang Kholis= iklas yang dapat mengetahui ismul muadzom. Karena kalau hamba tersebut termasuk mukmin kholis maka segala permintaannya akan terkabul.

sampai di sini dulu berlanjut pada posting berikutnya.


Jumat, Juni 20, 2008

Tauhid

Tauhid adalah ilmu pokok dalam agama Islam yang harus pertama kali dibenahi. Setiap orang yang mau mengkaji tentang Islam mau tidak mau harus mempelajari apa yang disebut dengan ilmu tauhid.

Tidak sedikit umat Islam yang ada di dunia umumnya dan umat Islam Indonesia khususnya banya yang melakukan kesalahan gara-gara tidak tahu atau memang tahu ilmu tauhid namun masih mencampur adukan ajaran Tauhid dengan yang lainnya. Kita ambil contoh banyak umat Islam di Indonesia yang masih mengagung-agungkan keramat para wali, mengagung-agungkan keramat para habib dan lain sebagainya. Padahal kalau ditinjau dari ilmu Tauhid hal itu sangat bertentangan, dimana Tauhid mengajarkan tentang ke Esaan "Allah " sedangkan yang lain malah mengkultuskan manusia, seperti mengagungkan para wali bahkan sekarang sedang marak tentang ajaran Akhmadiyah, yaitu mengkultuskan Akhmad Gultom sebagai Nabi terakhir. bukankah hal semacam ini merupakan salah satu bentuk penyimpangan dari Tauhid?

Maka dari itu saya ciptakan blog ini dengan harapan mari kita berbagi informasi tentang ajaran Tauhid yang saya miliki, bukan berarti menggurui anda namun ini semata-mata untuk membuka wawasan kita tentang Tauhid yang saya pelajari dalam jamaah " Nuruniah " yang berada di kawasan Jatisawit kec. Jatibarang Indramayu di bawah asuhan Bapak Casim.

Apa dan bagiamana Tauhid. Kita lanjutkan dalam pertemuan berikutnya.

Keruntuhan Ateisme

Jangan pernah lupa

Cahaya Al-Qur'an

Ajaran Setan menyesatkan

Perjalanan ke Akherat

Islam mengutuk terorisme