Selamat datang di Blog saya

Kami mencoba untuk menulis hal-hal yang berkaitan dengan Pendidikan, Tauhid, TI. dan Bisnis. Belajar adalah menimba ilmu sepanjang hayat. Imu yang bermanfaar adalah ilmu yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ilmu yang dapat mendekatkan diri kepada Allah salah satunya adalah Ilmu Tauhid. Dengan menggunakan Tauhidul zat, tauhidul sifat, tauhidul asma, tauhidul af'al akan membawa kita kepada ajaran yang benar

http://www.clickingbank.org/index.php?ref=sandika

http://www.waoIndia.com/register.php?r=sandika

Thebluesptc , PTC iklan banyak per klik $ 0.02

http://www.thebluesptc.info/index.php?view=entry2&ref=sandika

Ciao.com

AWSurveys

Tickerbar.info

Jumat, Agustus 15, 2008

PENDIDIKAN

Saya informasikan bagi anda yang membutuhkan perangkat pembelajaran baik itu program kerja, rpp, silabus ataupun perangkat lainnya silakan anda klik pada link yang telah kami sediakan pada lik pavorite : http://media-arsipku.blogspot.com

Sekolah kami khususnya SMP N 1 Kedokanbunder adalah salah satu sekolah yang menginginkan untuk maju sedikit demi sedikit. Hal ini terbukti dengan dibukanya 2 kelas sebagai sekolah rintisan SSN ( Sekolah Standar Nasional ). Walaupun di sana sini masih banyak kekurangan, namun kami berusaha dengan sekuat tenaga beserta seluruh warga sekolah berupaya untuk meningkatkan prestasi bahkan cara pembelajaran yang sesuai dengan 8 standar nasional pendidikan.

Sebgai salah satu bentuk upaya kami antara lain dari cara bapak/ibu guru mengajar di depan kelas, sampai pada sarana dan pra sarana yang digunakan jelas berbeda bila dibandingkan dengan kelas reguler yang jumlahnya mencapai 22 kelas. Pada kelas rintisan SSN sudah menggunakan white board dan spidol sebagai tahap pertama untuk melakukan KBM, dan kemudian ditingkatkan dengan menggunakan media TV Education ataupun VCD. Bahkan dari pihak sekolah sedang berupaya untuk meningkatkan KBM dengan sistem pembelajaran CTL dengan menggunakan laptop dan in focus sehingga para siswa dapat memperoleh pelajaran dengan sarana dan pra sarana menggunakan TI sesuai dengan tuntutan jaman di era globalisasi ini.

Sudah menjadi tradisi di sekolah kami, bahwa setiap ulang tahun ( HUT ) SMP yang jatuh berbarengan dengan HUT Kemerdekaan RI, maka sekolah kami menyelenggarakan sepeda santai dan bazar di sekolah, bahkan untuk tahun ini ( Agustus 2008 ), kami menyelenggarakan sunatan msal dengan sasaran adalah para anak-anak yatim, piatu dan anak tidak mampu. Untuk tahap pertama di tahun pertama kami menyelenggarakan sunatan masal, kami memberikan santunan pada 10 anak yang akan di sunat berupa pakaian, sarung dan uang saku.
Untuk acara tersebut selain kami selengarakan bersama 1050 siswa, juga kami bekerja sama dengan dokter Puskesmas, pak Camat dan mitra kami Teh Botol Sosro. Acara tersbut insya Allah dilaksanakan tanggal 17 Agustus 2008, sedangkan untuk acara sepeda santai pada hari Sabtu, 16 Agustus 2008.

Kami berharap, semoga program yang kami canangkan bersama para guru, Komite sekolah dan warga sekolah yaitu rintisan SSN menjadi SSN dapat terwujud dengan baik.


Sabtu, Juli 05, 2008

Surat Al Fatikhah merupakan dialog antara hamba dengan sang Kholik

Manusia memiliki dua kekuatan: kekuatan ilmu dan kekuatan amal. Pada keduannya tertumpu kebahagiaan yang sempurna.
Kesempurnaan kekuatan ilmu hanya terwujud dengan mengenal Zat (Tuhannya), mengenal asma dan sifat-sifat-Nya, mengenal jalan yang dapat mengantarkan mendekatkan diri kepada-Nya, juga terwujud dengan mengenal bencana-bencana (khoerihi wasyarihi ), yang menimpanya, mengenal dirinya, dan cacat-catanya. Dengan lima jenis pengenalan ( makrifat ) ini, kekuatan ilmu menjadi sempurna. Orang yang paling banyak ilmu adalah orang yang paling mengerti dan paling banyak mengenal hal-hal di atas.
Sedangkan kesempurnaan kekuatan amal, tidak tercapai kecuali dengan memelihara hak-hak Allah atas sang hamba dan menunaikannya dengan penuh ikhlasm jujur dan disiplin, sambil selalu memandang nikmat-nikmat Allah yang diterimanya dan memandang dirinya sering melalaikan hak Allah sehingga ia malu kepada-Nya. Juga ia memandang bahwa tidak ada jalan baginya untuk mencapai kesempurnaan dua kekuatan tersebut kecuali dengan ma'unah dan pertolongan Allah.
Dengan demikian, maka kesempurnaan manusia dan kebahagiaannya hanya tercapai dengan kumpulnya perkara-perkara ini sebagaimana dialog sang hamba dengan sang Kholik di dalam QS. Al -Fatikhah sbb :
1. Dialog sang Kholik :Ayat "Segala puji bagi Allah, Robb semesta alam. Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang menguasai hari pembalasan" ( ayat 2 - 4 ) mencakup pondasi pertama, yang terdiri atas ma'rifat Robb 'mengenal Robb' , yaitu Allah Ta'ala, mengenal asama, sifat dan perbuatan ( af'al ). Nama-nama yang dimuat dalam tiga rangkaian ini merupakan ushul ' dasar' bagi Asmaul -Husna. Nama Allah mencakup sifat-sifat uluhiyah, nama Robb mencakup sifat-sifat rububiyah, dan nama ar rohman mencakup sifat-sifat ihsan, kemurahan dan kasih sayang. Pada-Nya lah makna dari nama-nama-Nya berkisar.
2. Dialog hamba, ayat "Hanya kepada Engkaulah kami beribadah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan" (ayat 5) mencakup ma'rifat mengenal jalan untuk mencapai hal di atas yang tidak lain adalah beribadah hanya kepada-Nya saja dengan segala apa yang dicintai dan diridoi-Nya disertai memohon pertolongan kepada-Nya dalam melakukannya.
3. Dialog hamba, ayat " Tunjukilah Kami shirotol mustakim ( jalan yang lurus ) (ayat 6 ) mencakup penjelasan bahwa tidak ada jalan bagi seorang hamba untuk mencapai kebahagiaan selain beristiqomah ( teguh tidak bergeser ) dan tetap pada shirotol mustakim dan tidak ada lagi seorang hamba untuk beristiqomah kecuali dengan hidayah Roob-Nya, juga tidak ada jalan baginya untuk beribadah kepada Allah kecuali dengan ma'unah dan pertolongan-Nya. Jadi sifat hamba "La haula wala quwata ila bilah ", tidak berdaya upaya apa-apa kecuali dari Allah.
4. Dialog hamba, ayat " Bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan jalan orang-orang yang sesat" (ayat 7 ) mencakup penjelasa tentang dua tepi penyimpangan dari shirotol mustakim dan penyimpangan dari salah satunya merupakan kesesatan, akibat kerusakan ilmu dan keyakinan, sedangkan penyimpangan kedua merupakan kebencian Allah yang penyebabnya adalah kerusakan tujuan dan amal.
Dari keterangan di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa surat Al Fatikhah, selain merupakan dialog antara hamba dengan Kholik-Nya, juga pada surat tersebut awalnya adalah rahmat, pertengahannya adalah hidayah dan ujungnya adalah nikmat.
Barang siapa yang merealisasikan kandungan Al Fatikhah dengan ilmu, makrifat, amal, dan perilaku, ia pasti akan meraih keberuntungan yang paling besar dan' ubudiyah'nya menjadi ubudiyah orang-orang khusus yang derajatnya lebih tinggi dari orang-orang biasa.

Jumat, Juli 04, 2008

Jalan Mencapai Ma'rifatullah

Dalam Al-Qur'an, Allah azza wajalla menyeru hambanya untuk mengenalnya melalui dua jalan, yaitu :
1. Melihat tanda-tanda kekuasaan-Nya seperti dalam firman Allah ( QS. Al Baqoroh:164 )
" Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yag berlayar d laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, ...... "
" Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal" ( Ali Imron:190)
2. Merenungi dan mentadaburi ayat-ayat Al Qur'an, seperti firman-Nya :
"Maka, apakah nereka tidak memperhatikan perkataan ( kami ) ...... " ( Al-Mu'minun:68)
" Maka, apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur'an ? Kalau sekiranya Al-Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapati pertentangan yang banyak di dalamnya ( An-Nisa:82 )
" Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan keberkatan supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya.... " ( Shad:29 )
Tanda-tanda kekuasaan yang terdiri atas makhluk menunjukkan kepada perbuatan ( af'al ), sedangkan perbuatan menunjukkan kepada sifat empunya perbuatan tersebut.Dengan demikian, maka tanda-tenda tersebut merupakan bukti adanya si pelaku perbuatan itu. Itu berarti dia wajib ada, wajib berkuasa, dan memiliki ilmu karena tidak ada suatu perbuatan yang terbit dari sesuatu yang tidak ada atau sesuatu yang tidak mempunyai kekuasaan, sebagaimana ilmu mustahil muncul dari zat yang tidak hidup dan tidak memiliki irodah
Berbagai kemaslahatan, hikmah dan tujuan-tujuan yang terpuji yang ada di balik ciptaan Allah azza wa jalla merupakan bukti atas kebijaksanaan Allah, sedangkan berbagai manfaat dan kebaikan yang ada di dalamnya merupakan bukti atas rahmat dan kasih sayang-Nya. Adapun kekerasan, siksa dan bencana adalah bukti atas murka_Nya.Begitu juga perhatian dan kemuliaan yang diperoleh seseorang atau suatu umat dan didekatkannya dia kepada-Nya seperti kita jumpai dalam kehidupan ini, merupakan bukti atas mahabah dan cinta-Nya, sebagaimana kehinaan dan dijauhkannya seseorang atau suatu umat dari Dia, merupakan bukti atas amarah-Nya. Dan apa yang kita saksikan pada ciptaan Allah berupa kekurangan dan kelemahan sesuatu pada awal keberadaannya, kemudian dia berproses, sedikit demi sedikit bertambah hingga sempurna, merupakan bukti atas kepastian adanya hari kebangkitan.Terlihatnya atas bekas-bekas rahmat dan nikmat pada makhluk-Nya adalah bukti atas benarnya nubuwwah.
Kesempurnaan yang beragama yang kita temui pada tanda-tanda kekuasaan-NYa yang jika kesempurnaan itu lenyap, maka akan muncul kekurangan, jika merupakan dalil atau bukti bahwa zat Pemberi Kesempurnaan tersebut lebih berhak untuk memiliki kesempurnaan itu.
Jadi, tanda-tanda kekuasaan Allah merupakan bukti paling jelas atas sifat-sifat-Nya dan atas kebenaran berita yang dibawa oleh para rosul tentang-Nya.Dengan kata lain, alam semesta sebagai ciptaan-Nya ini membenarkan ayat-ayat Al-Qur'an yang sebagian isinya menyuruh kita untuk berdialog dengan ayat-ayat kauniyah ( tanda-tanda kekuasaan Allah pada alam ).

Sabtu, Juni 28, 2008

TAUHID (2)

Kita harus tahu atau mengenal dulu siapa Tuhan kita yang patut disembah . Oleh karena itu untuk mengenal siapa Allah itu, maka kita harus mengetahui- Nya melalui :
1. Zat-Nya
2. Asma-Nya
3. Af'al-Nya
4. Sifat-Nya

Dengan ke- 4 macam yang kita kenal tentang Allah, maka insya Allah kita dapat mendekatkan diri kepada-Nya.

1). Zat Allah, dalam Al -Qur'an zat-Nya "Laisa kamislihi syaeun ", artinya hanya Allah - lah yang tahu, kita manusia tidak bisa membicarakan, membayangkan atau yang lainnya. Yang wajib kita ketahui yaitu melaui asma-Nya, sifat-sifat-Nya dan af'al-Nya.

2). Asma-Nya, asma Allah jumlahnya seratus kurang satu ( Hadist: Bukhori Muslim ). Mengapa dikatakan bahwa asma Allah itu seratus kurang satu, ini mengandung maksud bahwa ada asma Allah yang dirahasiakan. Di dalam asmaul usna asma Allah ada 99, sedangkan asma yang satu dinamakan ismul muadzom. Hanya hamba Allah yang selalu mendekatkan diri dan para mukmin kholis yang mengetahui asma Allah yang satu itu. Kita kalau ingin mengkaji Islam tentunya berupaya untuk dapat mendekatkan diri kepada Allah semata. Upaya semacam ini maka bermunculan berbagai thorikot atau ajaran Islam yang berusaha menempuh jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, ada thorikot Naksabandiyah, Qodiriyah, Tijaniyah, Samaniyah dan penulis sendiri mengikuti jamaah "Nuruniah " dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah.

3). Sifat-sifat-Nya, sifat Allah dikenal dengan sifat wajib ada 20, sifat mustahil ada 20 dan sifat jaiz ada 1, maka sifat Allah dikenal dengan nama sifat 41.

4). Af'al-Nya, artinya perbuatan Allah. Perbuatan Allah di sini maksudnya adalah apa yang dilakukan oleh makhluk pada hakekatnya berasal dari af'al-Nya, tentunya segala sesuatu perbuatan yang bersifat baik

Dengan mengenal keempat macam pengenalan kita kepada Allah, maka kita dapat mengetahui bagaimana kita harus berdoa, bagaimana kita harus sholat, bagaimana kita bersyukur dan hal-hal lain yang tentunya akan membawa kita kepada keselamatan dunia sampai akhirat.

Saya ambil contoh. misal dalam berdoa, di dalam asmaul usna dikatakan " Walilahil asmaul usna fad'uni biha" , apabila kita berdoa maka kita sebut asma-asma Allah yang ada di asmaul usna. Misal kita ingin berobat maka kita sebut ya sifa, ingin kaya ya ghoni dan sebagainya, ya tentunya doa itu akan makbul apabila kita laksanakan apa yang disebut dengan "wiridan ", artinya diwirid secara istiqomah, maka doa tersbut isnya Allah akan makbul. Jadi bila kita meminta sesuatu jangan kepada yang lain, misal ke kuburan wali, ke embah dukun atau yang lainnya kita harus yakin, bahkan haqul yakin bahwa Allah akan mengabulkan doa kita.

Dewasa ini tidak sedikit masyarakat kita yang berbondong-bondong jiarah ke makam para wali, ke para habib dan lain sebagainya. Kalau niatnya mendoakan itu baru benar, tetapi kalau niatnya meminta sesuatu kepada wali yang sudah meninggal, nah ini dikatakan syirik atau menyekutukan Allah. Wali itu diibaratkan menteri atau bahkan presiden, ya tentu tanda tanganya atau memonya berlaku ketika masih menjabat jadi wali, tetapi kalau sudah meninggal tentunya tidak berlaku lagi memonya. Maka dari itu saya sarankan apabila kita meminta sesuatu maka bermohonlah kepada asma-asma-Nya.

Begitu juga dalam beribadah atau lebih khusus sholat. Apa tujuan kita sholat itu ? Untuk berbakti kepada Allah sebagai tanda taat kita atau untuk mencari ganjaran ? Ataukah untuk kedua-duanya. Kalau kita sholat untuk mencari ganjaran berarti sholat kita masih tingkatan TK ( Taman Kanak-Kanak ), yaitu sholat tingkatan anak-anak, mengapa demikian ? Coba kita tilik anak-anak kita, kalau anak-anak kita diperintah membeli sesuatu maka tidak ada lain selalu meminta imbalan ( buruan= kata wong dermayu ). Nah begitu juga dengan sholat kita bila masih meminta ganjaran berarti sholat kita masih belum meningkat. Kita sebagai orang yang berusaha meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah, marih kita tingkatkan tingkatan sholat kita, yaitu dengan nawaitu mencari ridho Allah. Karena rohnya ibadah itu adalah ikhlas. Maka dikatakan hanya hamba Allah yang Kholis= iklas yang dapat mengetahui ismul muadzom. Karena kalau hamba tersebut termasuk mukmin kholis maka segala permintaannya akan terkabul.

sampai di sini dulu berlanjut pada posting berikutnya.


Jumat, Juni 20, 2008

Tauhid

Tauhid adalah ilmu pokok dalam agama Islam yang harus pertama kali dibenahi. Setiap orang yang mau mengkaji tentang Islam mau tidak mau harus mempelajari apa yang disebut dengan ilmu tauhid.

Tidak sedikit umat Islam yang ada di dunia umumnya dan umat Islam Indonesia khususnya banya yang melakukan kesalahan gara-gara tidak tahu atau memang tahu ilmu tauhid namun masih mencampur adukan ajaran Tauhid dengan yang lainnya. Kita ambil contoh banyak umat Islam di Indonesia yang masih mengagung-agungkan keramat para wali, mengagung-agungkan keramat para habib dan lain sebagainya. Padahal kalau ditinjau dari ilmu Tauhid hal itu sangat bertentangan, dimana Tauhid mengajarkan tentang ke Esaan "Allah " sedangkan yang lain malah mengkultuskan manusia, seperti mengagungkan para wali bahkan sekarang sedang marak tentang ajaran Akhmadiyah, yaitu mengkultuskan Akhmad Gultom sebagai Nabi terakhir. bukankah hal semacam ini merupakan salah satu bentuk penyimpangan dari Tauhid?

Maka dari itu saya ciptakan blog ini dengan harapan mari kita berbagi informasi tentang ajaran Tauhid yang saya miliki, bukan berarti menggurui anda namun ini semata-mata untuk membuka wawasan kita tentang Tauhid yang saya pelajari dalam jamaah " Nuruniah " yang berada di kawasan Jatisawit kec. Jatibarang Indramayu di bawah asuhan Bapak Casim.

Apa dan bagiamana Tauhid. Kita lanjutkan dalam pertemuan berikutnya.

Keruntuhan Ateisme

Jangan pernah lupa

Cahaya Al-Qur'an

Ajaran Setan menyesatkan

Perjalanan ke Akherat

Islam mengutuk terorisme